Bosan dengan Janda, Mau Nikahi Gadis

Kompas.com - 12/11/2009, 20:20 WIB

MAKASSAR, KOMPAS.com — Koalisi Aktivis Perempuan Sulawesi Selatan (KAPSS) melapor kepada pimpinan DPRD Sulsel atas sikap salah satu anggota Dewan, WM, yang dinilai melanggar penghapusan segala bentuk pelanggaran terhadap hak perempuan.

Rombongan KAPSS yang dipimpin koordinator Forum Pemerhati Masalah Perempuan (FPMP) Sulsel Zohra Andi Baso diterima Wakil Ketua DPRD Sulsel Ashabul Kahfi di Makassar, Kamis (12/11).

Kepada pimpinan DPRD Sulsel, mereka meminta agar WM yang berasal dari daerah pemilihan IV (Maros, Pangkep, Barru, Parepare) diberhentikan selaku anggota Dewan karena dinilai mencampakkan seorang janda beranak empat berinisial RJG, yang telah dinikahinya secara siri pada 5 September 2007.

KAPSS mendatangi DPRD Sulsel berdasarkan laporan RJG kepada FPMP pada 11 Oktober, yang tidak terima WM akan menikah lagi dengan perempuan pilihan ibunya.

Perempuan asal Poso, Sulawesi Tengah, ini merasa dikibuli dengan tiga kali dijanjikan untuk dinikahi secara sah menurut hukum Islam tidak kunjung dilaksanakan.

KAPSS memberikan waktu dua minggu kepada pimpinan DPRD untuk memutuskan sangsi kepada anggotanya yang disebutkan melanggar nilai-nilai etik dalam masyarakat, serta memfasilitasi pertemuan RJG dan FPMF dengan WM untuk menyelesaikan masalah tersebut.

Sementara WM, yang dikonfirmasi melalui telepon genggamnya, enggan berkomentar banyak. Dia hanya menjawab santai saat disampaikan beberapa poin tuntutan yang disampaikan KAPSS.

"Saya belum bisa berkomentar, tetapi ini adalah masalah pribadi, tidak ada hubungannya dengan tugas anggota Dewan," kata WM.

Sementara Wakil Ketua DPRD Sulsel A Akmal Pasluddin juga tidak mau berkomentar karena masalah tersebut dinilai sangat pribadi.

Seharusnya masalah-masalah seperti itu dilaporkan kepada Badan Kehormatan DPRD untuk diproses, sayangnya lembaga tersebut belum terbentuk.

KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang

Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Rp
Minimal apresiasi Rp5.000
Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau